Kata - Kata Bijak

Nabi SAW :
“SALING BERLAKULAH JUJUR DALAM ILMU DAN JANGAN SALING MERAHASIAKAN NYA. SESUNGGUHNYA BERKHIANAT DALAM ILMU PENGETAHUAN LEBIH BERAT HUKUMANNYA DARIPADA BERKHIANAT DALAM HARTA” ( H.R. ABU NU’AIM ).

Nabi SAW :
“ ADA TIGA PERKARA YANG AKU TAKUTKAN AKAN MENIMPA UMATKU SETELAH AKU TIADA, YAKNI : KESESATAN SETELAH MEMPEROLEH ILMU PENGETAHUAN , FITNAH-FITNAH YANG MENYESATKAN, DAN SYAHWAT PERUT DAN SEX” (H.R. AR-RIDHA).

Nabi SAW :
“ TERMASUK MENGAGUNGKAN ALLAH ADALAH MENGHORMATI (MEMULIAKAN) ILMU, PARA ULAMA, ORANG TUA YANG MUSLIM, PARA PENGEMBAN AL QUR’AN DAN AHLINYA, DAN PENGUASA YANG ADIL” (AL- HADITS)

Nabi SAW :
“ CUKUPLAH MAUT MENJADI PELAJARAN (GURU) DAN KEYAKINAN SEBAGAI KEKAYAAN” (H.R. ATH THABRANI).

ORANG BIASA MENGAJAR DENGAN BAHASA ILMIAH, PEMBELAJAR SEJATI MENYEDERHANAKANNYA. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Nabi SAW :
“ MANUSIA YANG PALING DEKAT DERAJATNYA DENGAN DERAJAT KENABIAN ADALAH PEJUANG DI JALAN ALLAH DAN PARA ILMUAN.SEBAB, PARA PEJUANG DI JALAN ALLAH MELAKSANAKAN AJARAN PARA RASUL DAN PARA ILMUAN MEMBIMBING MANUSIA UNTUK MELAKSANAKAN AJARAN PARA NABI”. ( H.R. AD DAILAMI ).

Nabi SAW :
“ ORANG YANG PALING TINGGI KEDUDUKANNYA DI SISI ALLAH PADA HARI KIAMAT KELAK ADALAH ORANG YANG PALING BANYAK BERKELILING DI MUKA BUMI DENGAN SALING MEMBERI NASIHAT KEPADA SESAMA MANUSIA”. ( H.R. ATH THABRANI).

PEKERJA BIASA BEKERJA SEUMUR HIDUP, ORANG BERMENTAL MANDIRI BELAJAR DAN BEKERJA SEPANJANG HAYAT. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
“ MENCARI REZEKI YANG HALAL ADALAH WAJIB SESUDAH MENUNAIKAN YANG FARDHU ( SEPERTI SHALAT,PUASA,DAN SEBAGAINYA). (H.R.ATH THABRANI DAN AL BAIHAQI).

Pekerja Biasa berupaya memiliki banyak pekerjaan sampingan. Sementara itu, orang yang bermental mandiri berupaya memiliki beberapa pekerjaan utama yang dapat diandalkan. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Bila merasa takut, Pecundang atau orang pesimis akan berkata, “cari aman jangan ambil resiko!” sementara itu, Orang bermental juara, orang sukses atau pemenang bila merasa takut berprinsip : “pakai otak dan pelajari cara menangani resiko!”. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
DIRIWAYATKAN BAHWA, BILA MENGHADAPI SUATU DILEMMA (SITUASI YANG SUKAR DAN MEMBINGUNGKAN) NABI SAW, SHALAT (H.R. AHMAD).

PECUNDANG BELAJAR DARI KEKALAHAN, PEMENANG BELAJAR SETIAP SAAT KETIKA MENANG MAUPUN KALAH. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Pecundang terlalu takut melakukan kesalahan, dan menuai kegagalan. Pemenang justru takut tidak pernah mencoba, tidak pernah belajar, dan terjun melakukan pembelajaran. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).



“System sekolah kita menghukum anak-anak yang melakukan kesalahan. Namun, bila anda melihat cara kita belajar, kita belajar dari kesalahan kita” (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).
Pecundang sangat takut rugi. Pemenang tidak suka rugi dan tidak takut rugi! (beda ‘kan, rasanya?!) (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
“ ORANG YANG BERBAHAGIA ADALAH YANG DIJAUHKAN DARI BERBAGAI FITNAH. BILA TERKENA UJIAN DAN COBAAN, IA BERSABAR” (H.R. AHMAD DAN ABU DAWUD).

NABI SAW :
“ ADA TIGA HAL YANG TERMASUK PUSAKA KEBAIKAN : MERAHASIAKAN KELUHAN, MERAHASIAKAN MUSIBAH, DAN MERAHASIAKAN SHADAQAH ” (H.R. ATH THABRANI).

Bagi pecundang kagagalan adalah kerugian atau sukses yang tertunda. Inilah kebohongan yang sering disebarluaskan dikalangan orang banyak. Sesungguhnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan tak ada kegagalan. Yang ada hanyhlah hasil sementara. Dan kegagalan hanya berlaku bagi orang yang tak lagi mencoba atau tidak punya keberanian untuk mencoba! (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).


NABI SAW :
“SABAR YANG SEBENARNYA ADALAH SABAR SEWAKTU MULAI TERTIMPA MUSIBAH” (H.R. AL-BUKHORI).

ORANG BIASA SIBUK BELAJAR, PEMBELAJAR SEJATI SIBUK INGIN MENJADI PEMBELAJAR SEJATI. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

PUISI

Bukan Puisi Cinta

Bila kau minta aku melupakanmu
maaf...
aku tak bisa...

Bila kau minta aku meninggalkanmu
sekali lagi maaf...
aku tak bisa

Lebih baik kau minta aku membakar laut
Atau menenggelamkan bumi
itu akan jauh lebih mudah bagiku...

Banyak kata ku ucapkan padamu
namun itu bukanlah puisi cinta
itu hanyalah suara hati yang terluka
terluka ditusuk cinta

Maafkan aku
Siapa bilang aku cinta...??
aku hanya bercanda...mengisi waktu menghias hari

Siapa bilang aku suka....
itu hanya cerita...hanya tawarkan bahagia yang tidak nyata

Salah sendiri mendengar kata...
salah sendiri lupa akan makna.....

kukatakan kepadamu wahai gadis manja...
ini bukanlah kata cinta...........
jadi kenapa kamu tidak pergi saja..??
daripada besok kamu terluka

8 Etika bisnis Dalam Islam

8 ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

Islam memandang dunia ini bukan sebagai sesuatu yang hina dan harus dihindari. Tapi Islam mengajarkan

agar bisa dimanfaatkan dunia sebagai bekal kehidupan akhirat (al dunya mazra’at al akhirah), Al Qur’an dan Al-Hadits sebagai sumber utama umat Islam banyak memberikan penjelasan tentang bagaimana sikap terbaik yang harus dilakukan dalam kehidupan di dunia ini.
Selain memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk melakukan usaha (bisnis), Islam juga memberikan beberapa prinsip dasar yang menjadi etika normatif yang harus ditaati ketika seorang muslim akan dan sedang menjalankan usaha.
Beberapa prinsip di bawah ini sangat jelas membedakan antara prinsip ekonomi Islam dengan prinsip Kapitalisme dan Sosialisme.

Pertama
Proses mencari rezeki bagi seorang muslim merupakan suatu tugas wajib. Rasullulloh SAW bersabda, “Berusaha untuk mendapatkan penghasilan halal merupakan sebuah kewajiban, di samping tugas-tugas lain yang diwajibkan” (HR. Al-Baihaki). Juga dalam surat At-Taubah ayat 105, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan meliat pekerjaanmu”.
Kedua
Rezeki yang kita cari haruslah rizki yang halal. “Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275). Nabi Muhammad SAW bersabda; “Daging yang tumbuh dari suatu yang haram tidak akan masuk surga, sedangkan neraka lebih sesuai bagi semua daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram” (HR. Jabir).

Ketiga
Bersikap jujur dalam menjalankan usaha. Abu Sa’ad meriwayatkan, Rasullulloh SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya dakan dmasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada” (HR. Tirmidzi)

Keempat
Semua proses yang dilakukan dalam rangka mencari rezeki haruslah dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga ridha Allah merupakan tujuan utama dari aktivitas bisnis kita. “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS. Al Jumu’ah : 10).

Kelima
Bisnis yang akan dan sedang dijalankan jangan sampai menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Aspek kesinambungan dan keselarasan dengan alam menjadi suatu keharusan. Islam memberikan keistimewaan bagi manusia untuk menjadi khalifah di alam dunia ini, sehingga kita harus bisa mengatur kehidupan ini lebih berkeadilan, terhadap semua mahluk Allah seperti lingkungan hidup. Harus ada perubahan paradigma bahwa seluruh kekayaan alam ini bukan merupakan warisan dari nenek moyang, yang sekehendaknya dihabiskan dengan seenaknya. Harusnya berpikir untuk mengelolanya dengan lebih baik karena anak cucu kita meneruskan kehidupan di muka bumi ini.

Keenam
Persaingan dalam bisnis bukan menjadi persoalan yang tabu, tapi justu persaingan dijadikan sebagai sarana untuk bisa berprestasi secara fair dan sehat (fastabikul al-khayrat). Kalau Allah tidak menghendaki adanya persaingan, maka tentu Allah tidak akan menciptakan kita dalam beragam etnis dan budaya yang berbeda. Adanya persaingan justru harus bisa memacu umat Islam untuk menjadi umat yang terbaik (khairu ummat). Jadikanlah sebagai partner untuk memicu kita agar menjadi manusia-manusia yang kreatif dan terus berinovasi untuk menghasilkan prosuk-prosuk baru.

Ketujuh
Dalam menjalankan bisnis tidak boleh berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan. Islam mendorong pemeluknya untuk menjadi manusia-menusia yang tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai dan selalu haus akan adanya penemuan-penemuan baru. Allah SWT berfirman, “Apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7)

Kedelapan
Menyerahkan setiap amanah kepada ahlinya, bukan kepada sembarang orang, sekalipun keluarga sendiri. Rasullulloh SAW bersabda, “Jika suatu urusan diserahkan kepasa (orang) yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya”. Dari hadits ini menunjukkan harus adanya prinsip profesionalisme kerja. Dalam surat An-Nisa ayat 58, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kamu untuk menyerahkan amanat kepada ahlinya dan jika kamu memutuskan suatu perkara di antara menusia, hendaknya kamu putuskan dengan adil”.

Peluang Usaha Di Internet

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme