Buka Peluang

pada akhir-akhir ini banyak lulusan Sarjana (S1) yang kurang beruntung mencari pekerjaan yang layak unutk dirinya sendiri.
dalam pada itu kita haru merubah mindset kita, "BUKAN LAGI MENCARI PEKERJAAN TAPI HARUS MEMBUKA PELUANG PEKERJAAN"
http://mencholeo.wordpress.com/category/membangun-bisnis-pertanian/

Budidaya Jamur

sepanjang jalan yang melewati persawahan yang sudah panen terlihat banyak onggokan jerami-jerami yang banyak. dari ketertarikan itulah saya mulai cari tahu dengan berbincang dengan salah satu bagaimana menjadikan jerami ini supaya bisa bermanfaat untuk para petani, yang saya tanggapi dari petani tersebut jerami tersebut cukup mengganggu ketika mereka akan bersawah kembali mengganggu pengolahan tanah sawah tersebut, sehingga haruslah ada alternatif lain untuk membuang jerami tersebut sehingga ketemulah dengan sistem jerami dibuat untuk media tanam jamur merang, sebagai berikut :

Jamur merang (Volvaria volvaceae), adalah jamur konsumsi yang paling populer di Indonesia. Meskipun disebut jamur merang (merang = malai padi yang telah dirontokkan gabahnya), sebenarnya ia bisa tumbuh pada banyak media. Paling banyak jamur merang ditumbuhkan di media jerami (batang dan daun padi). Selain di media jerami, jamur merang juga bisa dibudidayakan pada media selulosa lainnya. Mulai dari ampas tebu, daun/pelepah/batang pisang kering, batang jagung kering, ampas batang aren, janjang sawit kosong, batang/pelepah sawit dll. Pada prinsipnya semua bahan selulosa lunak, bisa digunakan sebagai media untuk menumbuhkan jamur merang. Namun demikian, bahan yang paling banyak digunakan untuk menumbuhkan jamur merang adalah jerami padi.

Jamur merang dipasarkan dalam bentuk masih kuncup, yakni ketika masih dalam stadia kancing. Namun beda dengan jamur kancing (Champignon, Mushroom, jamur putih = Agaricus bisporus) yang bentuknya memang sangat mirip kancing, bentuk jamur merang lebih mirip dengan telur burung merpati. Sebab batang dan tudungnya masih menyatu dan tertutup oleh volva. Warnanya di bagian bawah putih sementara bagian atasnya abu-abu kecokelatan. Kalau sudah mencapai fase dewasa, jamur merang akan berbentuk payung dengan tudungnya yang mengembang lebar. Rasa dan aroma jamur merang sangat khas dan berbeda dengan mushroom maupun jamur kuping. Selain dimasak sup, jamur merang paling banyak digunakan sebagai campuran mie ayam maupun mie bakso.

Pasar jamur merang terbesar di Indonesia adalah Jakarta dan sekitarnya. Untuk menghemat biaya transportasi, lokasi produksi idealnya dipilih yang paling dekat dengan Jakarta. Namun lokasi tersebut juga harus memiliki sumber bahan baku yang melimpah. Sebab kalau tidak, justru bahan baku tersebut harus didatangkan dari tempat lain dengan biaya transportasi yang lebih mahal lagi. Kawasan yang dekat dengan Jakarta namun memiliki bahan baku jerami padi melimpah adalah Bekasi dan Karawang. Sebab kawasan ini juga dikenal sebagai lumbung padinya Indonesia, khusunya Jawa. Karenanya, Bekasi dan Karawang merupakan lokasi paling ideal untuk memproduksi jamur merang. Karena Bekasi sudah banyak didesak oleh pertumbuhan industri dan perumahan, maka Karawanglah yang masih ideal untuk mengembangkan jamur merang dalam rentang waktu yang lebih panjang ke depan.

Untuk pasar-pasar potensial seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makasar dan Medan, idealnya lokasi produksi juga dipilih yang paling dekat dengan kota-kota tersebut, namun punya sumber jerami yang cukup. Jerami yang akan digunakan untuk media penanaman jamur merang, harus terlebih dahulu dikomposkan. Bahan yang akan dikomposkan adalah jerami kering. Jerami tersebut diikat @ 2 kg. dengan dua tali bambu. Ikatan harus benar-benar kuat hingga jerami menjadi padat. Ikatan tersebut selanjutnya direndam dalam air selama 1 sd. 2 jam. Setelah direndam, jerami disusun satu lapis, ditaburi dedak halus dan disiram larutan kotoran ayam 20% (2 kg. kotoran ayam petelur dilarutkan dalam 20 liter air). Selanjutnya ditaruh tumpukan jerami lagi, ditaburi dedak dan disiram larutan kotoran ayam. Demikian seterusnya sampai empat atau lima tumpukan. Tumpukan ini kemudian diberi kerudung plastik kedap sinar.

Dalam jangka waktu empat hari, fermentasi jerami akan selesai. Selama proses pengomposan, suhu jerami akan naik mulai dari 35° C pada hari pertama menjadi 40° C dan akan terus meningkat sampai dengan 65° C pada hari keempat. Selesainya proses pengomposan, ditandai dengan warna jerami yang berubah dari cokelat terang menjadi cokelat gelap. Dari tumpukan jerami itu juga akan keluar cairan cokelat pekat. Jerami yang sudah terfermentasi hingga menjadi kompos, siap untuk ditata dalam kumbung. Yang dimaksud dengan kumbung adalah bangunan sederhana dari bambu yang diberi plastik kedap sinar. Di dalam kumbung dipasang rak bambu atau kayu untuk tempat media tumbuh, lampu, termometer dan blower guna mengatur sirkulasi udara. Pintu kumbung dibuat dua lapis, hingga ketika dibuka untuk petugas masuk/keluar, suhu serta kelembapan  dalam ruangan tidak berubah.

Sebelum digunakan, kumbung harus dipasteurisasi terlebih dahulu. Caranya, jerami sebagai media tanam dimasukkan dan ditata dalam rak. Rak tempat jerami, idealnya terdiri dari dua susun. Hingga ada tiga lapis media jerami dalam satu kumbung. Lapisan pertama diletakkan langsung di tanah yang diberi alas plastik. Lapisan kedua ditaruh dalam rak pertama dan lapisan ketiga pada rak kedua. Tiga lapis media ini ideal agar pengontrolan dan pemanenan bisa dilakukan dengan mudah. Namun untuk menghemat biaya kumbung, lapisan media bisa diperbanyak menjadi empat. Untuk melakukan kontrol dan pemanenan pada rak paling tinggi, diperlukan bangku untuk pijakan di sekeliling rak.

Peletakan media dalam rak bisa dilakukan satu atau dua lapis. Setelah semua media masuk ke dalam rak, kumbung ditutup rapat dan dilakukan pasteurisasi. Alat pasteurisasi sebenarnya hanyalah berupa ketel berisi air dan kompor. Ketel tersebut bertutup rapat yang bisa dibaut dan dilengkapi dengan pipa. Pipa sebagai penyalur uap air ini dimasukkan ke dalam kumbung. Kemudkan uap air panas dibiarkan memenuhi kumbung selama empat jam hingga suhu ruangan mencapai 70° C. Setelah itu, kompor dimatikan, selang uap air ditarik dan kumbung dibiarkan mendingin. Proses pendinginan bisa berlangsung antara dua sampai dengan tiga jam. Setelah itu, benih jamur bisa ditanam di atas media.

Para petani pemula atau yang berskala kecil, idealnya menggunakan benih siap tanam (benih produksi = F4). Namun petani berskala besar atau yang tergabung dalam kelompok, idealnya mengembangkan sendiri benih biakan murni (F1), sampai ke benih produksi. Sebab dengan cara ini biaya benih bisa ditekan semurah mungkin, sementara kualitas bisa lebih dijaga. Kebutuhan benih produksi, sekitar 1 sd. 6% dari bobot media tanam basah secara keseluruhan. Kalau kumbung itu berisi media seberat 100 kg. maka benih yang diperlukan antara 1 sd, 6 kg. Kebutuhan benih ini sangat bervariasi tergantung dari seberapa luas bentangan benih tersebut. Kalau media 1 kuintal hanya ditumpuk satu lapis, maka kebutuhan benihnya cukup 1 kg. Kalau dibentangkan sampai 6 lapis (enam rak tingkat), maka kebutuhan benihnya bisa sampai 6 kg.

Penanaman benih dilakukan dengan cara membuka kemasan dan meremas-remas benih produksi dengan menggunakan sarung tangan dan langsung menaburkannya ke atas media tanam. Setelah seluruh permukaan media tertaburi benih, kumbung ditutup rapat selama 3 hari. Suhu ruang kumbung harus senantiasa dijaga  32°C. Cara mengontrol suhu adalah dengan mengatur blower. Kalau kumbung tersebut tidak dilengkapi blower, maka pengontrolan suhu dilakukan dengan membuka dan menutup lubang ventilasi. Suhu 32°C. ini terus dipertahankan sampai terbentuk miselium (benang putih di media tanam) Pada hari ke delapan sejak penebaran benih, kumbung lubang cahaya dibuka agar sinar bisa sedikit masuk untuk mempercepat pertumbuhan primordia.

Pada hari kedelapan, sirkulasi udara mulai diatur agar untuk mempercepat pertumbuhan tubuh buah jamur. Pada saat ini juga harus dilakukan pengontrolan tingkat kebasahan media. Apabila media tanam terlalu kering, segera dilakukan penyiraman dengan air bersih dicampur sedikit urea. Dosisnya satu sendok makan urea dalam 20 liter air. Penyiraman dilakukan dengan sprayer halus ke atas permukaan bedengan. Pada hari ke 12 sejak benih ditebarkan, tubuh buah jamur merang sudah mulai bisa dipanen. Pemanenan dilakukan dengan pisau tajam dan harus terpotong habis sampai ke pangkalnya. Tubuh buah yang dipanen, harus yang masih berstadia kancing (berbentuk seperti kancing. Masa panen jamur merang bisa berlangsung sekitar 1 bulan dengan interval satu minggu. Hingga tiap kumbung bisa dipanen empat kali.

Jamur merang umumnya dipasarkan dalam bentuk segar. Untuk memperlambat kerusakan, biasanya jamur dikemas dalam plastik atau stereofoam vakum dan disimpan dalam suhu 14 sd. 15°C.  Dalam udara terbuka, tingkat kesegaran jamur merang akan cepat sekali menurun. Agar tingkat kesegarannya bisa diperpanjang di ruangan terbuka, jamur merang bisa disemprot atau direndam dalam larutan natrium bisulfat 0,1 sd. 02% atau 1.000 sd. 2.000 ppm. Namun untuk dipasarkan di pasar tradisional, jamur merang tidak perlu dikemas atau diberi bahan pengawet. Sebab, apabila volume budidaya disesuaikan dengan kapasitas pasar, maka hasil panen akan selalu bisa diserap oleh pasar. Lebih-lebih kalau petani bisa memasok restoran atau tukang mie. Kebutuhan para pelanggan ini sudah sangat pasti, hingga produksi bisa disesuaikan dengan permintaan.

Jamur merang adalah jenis jamur yang sudah sangat familier dengan masyarakat Indonesia. Pada awal tahun 1980an, produksi jamur merang pernah melimpah sampai ke warung-warung di gang sempit. Kemudian pada awal tahun 1990an produksinya pernah merosot. Namun pasar khusus jamur merang yakni restoran mie dan bakso, tetap menuntut pasokan kontinu. Hingga sejak tahun 1970an, budidaya jamur merang sebenarnya tumbuh dengan grafik yang terus naik. Meskipun pada beberapa waktu grafik tersebut sempat menurun. Sebagai bisnis, budidaya jamur merang relatif cukup menguntungkan. Sebab meskipun harganya relatif murah, namun bahan bakunya berupa merang juga sangat murah. Di sentra-sentra penghasil padi, bahan baku jerami malahan merupakan limbah yang hanya dibakar sia-sia setiap selesai panen.


Kata - Kata Bijak

Nabi SAW :
“SALING BERLAKULAH JUJUR DALAM ILMU DAN JANGAN SALING MERAHASIAKAN NYA. SESUNGGUHNYA BERKHIANAT DALAM ILMU PENGETAHUAN LEBIH BERAT HUKUMANNYA DARIPADA BERKHIANAT DALAM HARTA” ( H.R. ABU NU’AIM ).

Nabi SAW :
“ ADA TIGA PERKARA YANG AKU TAKUTKAN AKAN MENIMPA UMATKU SETELAH AKU TIADA, YAKNI : KESESATAN SETELAH MEMPEROLEH ILMU PENGETAHUAN , FITNAH-FITNAH YANG MENYESATKAN, DAN SYAHWAT PERUT DAN SEX” (H.R. AR-RIDHA).

Nabi SAW :
“ TERMASUK MENGAGUNGKAN ALLAH ADALAH MENGHORMATI (MEMULIAKAN) ILMU, PARA ULAMA, ORANG TUA YANG MUSLIM, PARA PENGEMBAN AL QUR’AN DAN AHLINYA, DAN PENGUASA YANG ADIL” (AL- HADITS)

Nabi SAW :
“ CUKUPLAH MAUT MENJADI PELAJARAN (GURU) DAN KEYAKINAN SEBAGAI KEKAYAAN” (H.R. ATH THABRANI).

ORANG BIASA MENGAJAR DENGAN BAHASA ILMIAH, PEMBELAJAR SEJATI MENYEDERHANAKANNYA. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Nabi SAW :
“ MANUSIA YANG PALING DEKAT DERAJATNYA DENGAN DERAJAT KENABIAN ADALAH PEJUANG DI JALAN ALLAH DAN PARA ILMUAN.SEBAB, PARA PEJUANG DI JALAN ALLAH MELAKSANAKAN AJARAN PARA RASUL DAN PARA ILMUAN MEMBIMBING MANUSIA UNTUK MELAKSANAKAN AJARAN PARA NABI”. ( H.R. AD DAILAMI ).

Nabi SAW :
“ ORANG YANG PALING TINGGI KEDUDUKANNYA DI SISI ALLAH PADA HARI KIAMAT KELAK ADALAH ORANG YANG PALING BANYAK BERKELILING DI MUKA BUMI DENGAN SALING MEMBERI NASIHAT KEPADA SESAMA MANUSIA”. ( H.R. ATH THABRANI).

PEKERJA BIASA BEKERJA SEUMUR HIDUP, ORANG BERMENTAL MANDIRI BELAJAR DAN BEKERJA SEPANJANG HAYAT. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
“ MENCARI REZEKI YANG HALAL ADALAH WAJIB SESUDAH MENUNAIKAN YANG FARDHU ( SEPERTI SHALAT,PUASA,DAN SEBAGAINYA). (H.R.ATH THABRANI DAN AL BAIHAQI).

Pekerja Biasa berupaya memiliki banyak pekerjaan sampingan. Sementara itu, orang yang bermental mandiri berupaya memiliki beberapa pekerjaan utama yang dapat diandalkan. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Bila merasa takut, Pecundang atau orang pesimis akan berkata, “cari aman jangan ambil resiko!” sementara itu, Orang bermental juara, orang sukses atau pemenang bila merasa takut berprinsip : “pakai otak dan pelajari cara menangani resiko!”. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
DIRIWAYATKAN BAHWA, BILA MENGHADAPI SUATU DILEMMA (SITUASI YANG SUKAR DAN MEMBINGUNGKAN) NABI SAW, SHALAT (H.R. AHMAD).

PECUNDANG BELAJAR DARI KEKALAHAN, PEMENANG BELAJAR SETIAP SAAT KETIKA MENANG MAUPUN KALAH. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

Pecundang terlalu takut melakukan kesalahan, dan menuai kegagalan. Pemenang justru takut tidak pernah mencoba, tidak pernah belajar, dan terjun melakukan pembelajaran. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).



“System sekolah kita menghukum anak-anak yang melakukan kesalahan. Namun, bila anda melihat cara kita belajar, kita belajar dari kesalahan kita” (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).
Pecundang sangat takut rugi. Pemenang tidak suka rugi dan tidak takut rugi! (beda ‘kan, rasanya?!) (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

NABI SAW :
“ ORANG YANG BERBAHAGIA ADALAH YANG DIJAUHKAN DARI BERBAGAI FITNAH. BILA TERKENA UJIAN DAN COBAAN, IA BERSABAR” (H.R. AHMAD DAN ABU DAWUD).

NABI SAW :
“ ADA TIGA HAL YANG TERMASUK PUSAKA KEBAIKAN : MERAHASIAKAN KELUHAN, MERAHASIAKAN MUSIBAH, DAN MERAHASIAKAN SHADAQAH ” (H.R. ATH THABRANI).

Bagi pecundang kagagalan adalah kerugian atau sukses yang tertunda. Inilah kebohongan yang sering disebarluaskan dikalangan orang banyak. Sesungguhnya, kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan tak ada kegagalan. Yang ada hanyhlah hasil sementara. Dan kegagalan hanya berlaku bagi orang yang tak lagi mencoba atau tidak punya keberanian untuk mencoba! (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).


NABI SAW :
“SABAR YANG SEBENARNYA ADALAH SABAR SEWAKTU MULAI TERTIMPA MUSIBAH” (H.R. AL-BUKHORI).

ORANG BIASA SIBUK BELAJAR, PEMBELAJAR SEJATI SIBUK INGIN MENJADI PEMBELAJAR SEJATI. (Agung M.S.G : Be A Rich Man, Inspirasi Menjadi Kaya, Unggul dan Prestatif ).

PUISI

Bukan Puisi Cinta

Bila kau minta aku melupakanmu
maaf...
aku tak bisa...

Bila kau minta aku meninggalkanmu
sekali lagi maaf...
aku tak bisa

Lebih baik kau minta aku membakar laut
Atau menenggelamkan bumi
itu akan jauh lebih mudah bagiku...

Banyak kata ku ucapkan padamu
namun itu bukanlah puisi cinta
itu hanyalah suara hati yang terluka
terluka ditusuk cinta

Maafkan aku
Siapa bilang aku cinta...??
aku hanya bercanda...mengisi waktu menghias hari

Siapa bilang aku suka....
itu hanya cerita...hanya tawarkan bahagia yang tidak nyata

Salah sendiri mendengar kata...
salah sendiri lupa akan makna.....

kukatakan kepadamu wahai gadis manja...
ini bukanlah kata cinta...........
jadi kenapa kamu tidak pergi saja..??
daripada besok kamu terluka

8 Etika bisnis Dalam Islam

8 ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

Islam memandang dunia ini bukan sebagai sesuatu yang hina dan harus dihindari. Tapi Islam mengajarkan

agar bisa dimanfaatkan dunia sebagai bekal kehidupan akhirat (al dunya mazra’at al akhirah), Al Qur’an dan Al-Hadits sebagai sumber utama umat Islam banyak memberikan penjelasan tentang bagaimana sikap terbaik yang harus dilakukan dalam kehidupan di dunia ini.
Selain memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk melakukan usaha (bisnis), Islam juga memberikan beberapa prinsip dasar yang menjadi etika normatif yang harus ditaati ketika seorang muslim akan dan sedang menjalankan usaha.
Beberapa prinsip di bawah ini sangat jelas membedakan antara prinsip ekonomi Islam dengan prinsip Kapitalisme dan Sosialisme.

Pertama
Proses mencari rezeki bagi seorang muslim merupakan suatu tugas wajib. Rasullulloh SAW bersabda, “Berusaha untuk mendapatkan penghasilan halal merupakan sebuah kewajiban, di samping tugas-tugas lain yang diwajibkan” (HR. Al-Baihaki). Juga dalam surat At-Taubah ayat 105, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan meliat pekerjaanmu”.
Kedua
Rezeki yang kita cari haruslah rizki yang halal. “Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba” (QS. Al-Baqarah: 275). Nabi Muhammad SAW bersabda; “Daging yang tumbuh dari suatu yang haram tidak akan masuk surga, sedangkan neraka lebih sesuai bagi semua daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram” (HR. Jabir).

Ketiga
Bersikap jujur dalam menjalankan usaha. Abu Sa’ad meriwayatkan, Rasullulloh SAW bersabda: “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya dakan dmasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada” (HR. Tirmidzi)

Keempat
Semua proses yang dilakukan dalam rangka mencari rezeki haruslah dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga ridha Allah merupakan tujuan utama dari aktivitas bisnis kita. “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS. Al Jumu’ah : 10).

Kelima
Bisnis yang akan dan sedang dijalankan jangan sampai menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Aspek kesinambungan dan keselarasan dengan alam menjadi suatu keharusan. Islam memberikan keistimewaan bagi manusia untuk menjadi khalifah di alam dunia ini, sehingga kita harus bisa mengatur kehidupan ini lebih berkeadilan, terhadap semua mahluk Allah seperti lingkungan hidup. Harus ada perubahan paradigma bahwa seluruh kekayaan alam ini bukan merupakan warisan dari nenek moyang, yang sekehendaknya dihabiskan dengan seenaknya. Harusnya berpikir untuk mengelolanya dengan lebih baik karena anak cucu kita meneruskan kehidupan di muka bumi ini.

Keenam
Persaingan dalam bisnis bukan menjadi persoalan yang tabu, tapi justu persaingan dijadikan sebagai sarana untuk bisa berprestasi secara fair dan sehat (fastabikul al-khayrat). Kalau Allah tidak menghendaki adanya persaingan, maka tentu Allah tidak akan menciptakan kita dalam beragam etnis dan budaya yang berbeda. Adanya persaingan justru harus bisa memacu umat Islam untuk menjadi umat yang terbaik (khairu ummat). Jadikanlah sebagai partner untuk memicu kita agar menjadi manusia-manusia yang kreatif dan terus berinovasi untuk menghasilkan prosuk-prosuk baru.

Ketujuh
Dalam menjalankan bisnis tidak boleh berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkan. Islam mendorong pemeluknya untuk menjadi manusia-menusia yang tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai dan selalu haus akan adanya penemuan-penemuan baru. Allah SWT berfirman, “Apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7)

Kedelapan
Menyerahkan setiap amanah kepada ahlinya, bukan kepada sembarang orang, sekalipun keluarga sendiri. Rasullulloh SAW bersabda, “Jika suatu urusan diserahkan kepasa (orang) yang bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya”. Dari hadits ini menunjukkan harus adanya prinsip profesionalisme kerja. Dalam surat An-Nisa ayat 58, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kamu untuk menyerahkan amanat kepada ahlinya dan jika kamu memutuskan suatu perkara di antara menusia, hendaknya kamu putuskan dengan adil”.

Peluang Usaha Di Internet

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme